-->

Implementasi Kohati Dalam Membangun Negeri

Editor: Manus.id author photo

KORPS-HMI-WATI Kohati atau adalah sebutan untuk para perempuan yang menggeluti dunia serta merupakan bagian dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang bergerak di bidang ke-perempuanan. Berdirinya Kohati tepatnya pada Kongres ke-VIII di solo yang dilaksanakan pada tahun 1966.

Ada dua sosok perempuan yang namanya masuk sebagai pendiri HMI dan ikut serta dalam memprakarsai KOHATI yakni ; Maesaroh Hilal dan Siti Zaenah. Dan dibantu dengan beberapa perempuan hebat lainnya yaitu ; Siti Baroroh, Tujimah, Tedjaningsih, Ida Ismail Nasution, dan Anniswati Rochlan.

Tepatnya pada tanggal 17 September 1966 dilaksanakannya Musyawarah Nasional (MuNas) pertama KOHATI. Dan, Terpilihlah Annisa Rochlan sebagai ketua umum pengurus besar (PB) KOHATI yang pertama, diiringi dengan di bentuknya KOHATI pada tubuh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Mengutip kutipan dalam buku KOHATI Mengakar Kedalam untuk Meraih Asa "sejarah tidak bisa dipotong. Memotong sejarah ibarat memotong air, mustahil. Begitu pula dalam sejarah Kohati, tidak bisa untaian keringat, do'a, harapan orang-orang yang dulu berjuang demi lahirnya korps HMI-WATI ini dihilangkan dari sejarah"

Pembangunan untuk Negeri

Kohati yang asalnya juga adalah seorang Mahasiswi juga merupakan gadis-gadis muda yang baru saja meninggalkan masa remajanya yang penuh dengan gejolak, tantangan serta rintangan menuju sebuah transisi dalam kehidupan.

Tidak dapat dielakan lagi, Masa perkuliahan adalah Masa untuk mempersiapkan diri baik secara fisik dan psikis. Yang benar-benar harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para Mahasiswi, sebelum dia masuk ke dalam kehidupan yang penuh dengan nilai peradaban Dan tanggung jawabnya sebagai seorang manusia dewasa Dan sosial.

Kohati menjadi wadah pembentukan karakter yang baik bagi seorang Mahasiswi yang ingin terjun ke dalam organisasi, serta ingin mengetahui organisasi lebih dalam lagi.

Lahirnya KOHATI dalam rahim Negeri ini dan tumbuh menjadi bagian dari bentuk di angkatnya derajat serta martabat dari perempuan Itu sendiri.

Dengan berbekal materi dari training, kajian, membaca, menulis, diskusi dan problem solving yang telah dilalui dalam malam-malam panjang penuh perjuangan. KOHATI bisa di ibaratkan sebagai bayi dan ibarat seorang Ibu yang sedang Hamil, maka nilai kandungan gizi harus baik agar melahirkan anak yang baik pula.

Sama konteksnya untuk membangun Negeri ini tentunya membutuhkan tiang atau pondasi kokoh. Negara sekarang ini yang sedang tidak dalam kondisi yang baik-baik ini, Akan selalu menghadirkan isu serta problematika sosial yang tidak kunjung usai mulai dari Rasisme, Kapitalism, Teori Konspirasi, Korupsi, Ekonomi ter-degradasi, Kekerasan perempuan,  baik isu Regional, Nasional, dan Internasional yang imbasnya tentu saja adalah negri dan se-isinya.

Adapun tujuan KOHATI adalah meningkatkan peran HMI-WATI. Bahkan, sejak berdirinya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), HMI-WATI (Kohati) sudah turut berperan aktif dalam banyak kegiatan.

Demikian itulah, para Kohati seperjuangan yang sedang berjuang diatas bumi penuh peradaban. Perlu kiranya meng-implementasikan hasil pola pikir yang terbentuk Pada saat pembekalan baik pada saat kajian maupun hasil dari bacaan. Guna untuk membangun Negeri tercinta ini.

Turut mengambil peran dan andil dalam melindungi bumi nusantara (indonesia) dari tangan-tangan yang Kapitalisme yang akan merusak Negeri lebih buruk lagi.

Karena, sudah saatnya menjadi perempuan yang tidak hanya menulis visi serta misinya di atas secarik kertas. Melainkan, visi Dan misinya tertulis pula di pikiran dan terpatri didalam relung hati serta, menjadi perempuan yang visioner kedepannya.

Tentunya, Negeri ini membutuhkan orang-orang, perempuan, atau Kohati yang benar-benar paham akan kondisi Lingkungan, Sosial, dan aspek-aspek kehidupan lainnya. Serta berani menyuarakan suara rakyat demi kepentingan sosial bukan kepentingan yang bersifat individualistik.

Tentunya juga adalah, tetap berdasarkan pada landasan utama KOHATI yang sudah di jelaskan dalam konstitusi HMI pasal 4 Anggaran Dasar yakni Tujuan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang berbunyi "Terbinanya Insan akademis, Pencipta, pengabdi, yang bernafaskan Islam, Dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil-makmur yang di ridhai oleh allah SWT".

Sehingga apa yang di semogakan atau yang menjadi harapan besar yaitu ; menjadi bagian dari tiang negara yang dapat mewarnai baiknya seluk beluk negara secara khusus dan menjadi  kontributor positif bagi suksesnya perjuangan mencapai tujuan Himpunan Mahasiswa Islam.

Jangan pernah menyerah dalam hal yang bernuansa kebaikan, jangan pernah malu dalam bertanya, jangan pernah takut dalam memperjuangkan kepentingan orang banyak (sosialism). karena, proses tidak seindah senyuman di pagi Hari. Namun, semua proses Akan dijawab dengan indah di suatu saatnya nanti.


Tugas Kita adalah belajar, karena untuk terbentuk perlulah sedikit demi sedikit terbentur dahulu. Mengutip kata bijak dari Ali Bin Abi Thalib "jadilah seperti bunga, yang harum serta wangi baunya sampai kepada tangan yang merusaknya". ​​​​


Terima kasih.
Jayalah Kohati

Bahagia HMI

Penulis : Nurunnisa Hafel (Kader Kohati HMI Cabang Ternate)

Share:
Komentar

Berita Terkini