-->

Refleksi Hari Pahlawan, Garbi Papua Bedah Buku Mencari Pahlawan Indonesia

Editor: Manus.id author photo

JAYAPURA (MS) – Refleksi Hari Pahlawan, Dewan Pimpinan Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) Papua menggelar bedah buku, Anis Matta Mencari Pahlawan Indonesia dan buku Asa dan Bara di Bumi Tidore di Kota Jayapura, Selasa (10/11)

Acara yang dihelat di kediaman Ketua Garbi Papua tersebut dimulai sejak pukul 19.00 WIT Hingga 23.00 WIT dengan menghadirkan ke-empat panelis yang terdiri dari Praktisi, Akademisi, aktivis pemuda dan penulis. diantaranya, Dr.H. Abdul Hafid Yusuf, Dr. Ade Yamin, Dr. Ahmad Rifai Rahawarin, dan penulis buku Asa dan Bara di Bumi Tidore, Wahyu Khaidir ,ST. CST.

Bedah buku yang diselingi dengan ngopi bersama ini dihadiri oleh  pemuda dan organisasi lintas gerakan, perwakilan HMI, KAMMI dan PMKRI serta dua anggota DPRD Kota Jayapura, Dr. Saling SE, MM dan Ir H. Mahmud,M.Si

Prawacana yang dimulai oleh Dr. Ade Yamin sala satu pembanding dalam acara bedah buku itu, menyampaikan bahwa buku Pak Anis Matta tentang Mencari pahlawan Indonesia ini menarik, ia mampu membuka cakrawala kita tentang pahlawan dalam arti yang sesungguhnya,

Dimana bagi Anis Matta Pahlawan itu tidak akan pernah datang. Mereka bahkan sudah ada di sini. Mereka lahir dan besar di negeri ini. Mereka adalah aku, kamu, dan kita semua. Mereka bukan orang lain.

Ade Yamin menambahkan, ada semacam paradoks dimana kriteria yang dipake Negara untuk menetapkan seseorang itu layak disebut pahlawan. Kriteria dan syarat-syarat inilah yang telah merduksi spirit kepahlawanan itu sendiri,

Pahlawan bukan hanya sebatas pada personifikasi seseorang, tapi lebih jauh dari itu, baginya orang-orang yang berkorban lebih dan berjuang untuk kemanusian layak disebut Pahlawan.

Senada dengan Ade Yamin, Dr.H. Abdul Hafid Yusuf menekankan pada pada sisi spirit Profetik Islam, baginya, kita perlu belajar kembali dari sejarah para Nabi karena sejatinya kisah para Nabi itu merupakan kesatuan yang utuh, 

Artinya, pembangunan dan pengembangan bangsa ini perlu mengambil inspirasi, spirit, dan moralitas dari konsep profetik ini. Sebab itu, salah satu indikator kepahlawanan dapat diukur dengan warisan peradaban dari para Nabi

Sementara Dr. Ahmad Rifai Rahawarin yang juga Sekertaris Garbi Papua ini, menceritakan sekilas ide besar pak Anis  Matta dan gagasan-gagasan Garbi tentang Peradaban,

“Setidaknya kalau dirunut ada tiga gelombang, pertama fase konsolidasi sebagai bangsa, kedua fase pertahanan sebagai Negara dan ketiga yang disebut dengan gelombang ketiga arah baru Indonesia, dimana gagasan ini dibutuhkan kekuatan dan penguatan  multi sektor penguatan dibidang Ekonomi, Militer, Teknologi dan Spiritualitas. Ucapnya.

Berbeda dengan ketiga pembanding sebelumnya, Wahyu Khaidir ,ST. CST. Mengatakan Negara harus berani dan terbuka dengan beragam pikiran, yang salah dibilang salah jangan di politisir lah,

Wahyu yang juga penulis dan peniliti sejarah ini, mempertanyakan komitmen Negara dalam membuka sejarah agar kita generasi muda ini tau sebenarnya apa yang terjadi di bangsa ini, cetusnya

Terpisah Dr. Muhammad Yamin Noch, SE. MSA, selaku Ketua Garbi Papua yang ditemui redaksi manus, mengatakan, kami suda sering melakukan diskusi  dan ngopi santai seperti ini,

Biasanya sebelum pandemi covid-19 dalam satu atau dua bulan sekali kami instesn berdiskusi, berbagi ide dan bertukar pikiran  terkait isu-isu yang hangat di negri ini, baik lokal maupun nasional.

Yamin melanjutkan, “Bedah Buku dan Ngopi Bersama ini sebagai langkah untuk merawat ingatan, pikiran, perjuangan dan semangat para pendahulu kita. Tutupnya. (Ar)

Editor : Redaksi.

Share:
Komentar

Berita Terkini