-->

Ketua Gapura ; Penetapan daftar Hadir RDP Tabi melecehkan masyarakat adat.

Editor: Manus.id author photo

SENTANI (MS) – Polemik penetatapan peserta Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Wilayah Tabi oleh Majelis Rakyat Papua (MRP) mendapat kecaman keras dari Dewan Adat Suku Sentani (Dass) dan Pemuda di Kabupaten Jayapura.

Ketua Gerakan Pemuda Jayapura (Gapura) Jack Puraro,S.PAK, M.SI. mengatakan, penetapan nama peserta RDP wilayah Tabi oleh MRP yang rencananya berlangsung 17 hingga 18 November 2020 itu, cacat prosedural dan tidak mengikuti mekanisme,

“Saya ingin luruskan, biar tidak ada spekulasi-spekulasi yang dilakukan oleh sekelompok orang yang memasukkan nama tanpa melalui mekanisme dan seenak sendiri. Ucapnya pada redaksi manus, Selasa (10/11).

Jack menuturkan, saat yang mulia, Almarhum Ondofolo, Demas Tokoro menjabat sebagai ketua Pokja adat MRP beberapa Bulan lalu,

Pak Demas Tokoro juga dipercayakan sebagai Kordinator wilayah Adat Tabi untuk mengakomodir nama-nama peserta Rapat Dengar Pendapat (RDP) Wilayah dan pada saat pertemuan di hotel horex Jayapura,

Ia memberikan mandat kepada Dewan Adat Suku Sentani (DASS) sebagai Kordinator dalam mengumpulkan nama-nama peserta RDP dari 18 Dewan Suku Adat yang ada di Kabupaten Jayapura. Tuturnya

Kami pun menindaklajuti mandat ini dengan terjun lansung ke lapangan, kebetulan saya sendiri juga terlibat didalamnya. kami medatangi hadir dirapat rapat resmi dan musyawarah adat di 18 Suku Adat Sentani, mulai dari lembah grime hingga pesisir tanah merah, kami komunikasi dengan ketua Dassnya, mengimput dan meminta nama-nama sebagamana yang di tugaskan. lanjutnya

Nama-nama yang kami dapatkan itu atas musyawarah dan rekomendasi dari ketua-ketua Dewan Adatnya, ini yang kami bawah dan laporkan ke MRP.

Namun dalam perjalananya, kata jack, “Nama yang setorkan ini mengalami perubahan.

Sebelumnya beberapa pekan lalu, saya menyerahkan Hasil nama peserta kepada Sekertaris RDP Wilayah Tabi dan disaksikan oleh Kordinator RDP Wilayah Tabi, Herman Yochu secara resmi untuk selanjutnya akan diakomodir pada Pleno MRP di Hotel Horizon lalu,

Saat Kami diundang untuk memastikan daftar nama peserta RDP pada tanggal 9 November kemarin, ternyata daftar yang kami serahkan berubah drastis dan tidak diakomodir

Dari 35 Nama yang ditetapkan itu didominasi oleh perempuan, dari Dewan adat hanya 5 orang. Karena itu Jack menilai,ini suatu spekulasi yang sangat jahat, tidak bermartabat dan tidak manusiawi serta melecehkan Dewan Adat Suku Sentani (DASS). Sesalnya.

Jack pun meminta, Agar daftar nama RDP dikembalikan kepada Dewan Adat Suku Sentani sebagai kordinator untuk mengakomodir sejumlah nama-nama, Baik itu tokoh adat, pemuda, perempuan hingga tokoh Gereja yang tersebar di Kabupaten Jayapura. Pungkasnya

Untuk Anggota MRP Khususnya wilayah Tabi, Jack mengingatkan, jangan terlalu jauh mengitervensi apalagi terlibat langsung dalam penetapan daftar nama-nama ini.

“Tugas MRP itu memfasilitasi agar Rapat Dengar Pendapat (RDP) ini berjalan dengan baik. Bukan memperkeruh suasana dan buat gaduh. Cetusnya.

Ketika ini tidak ditanggapi dengan serius, saya khawatir berakibat fatal dan menimbulkan masalah pada proses RDP nanti.

Ia berharap agar 6 anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Wilayah Tabi duduk bersama dari hati ke-hati memikirkan persolan yang dihadapi oleh masyarakat adat di kabupaten Jayapura.

“jangan ada tarik menarik kepentingan sebab lembaga ini adalah lembaga culture, dan budaya masyarakat Papua. Semua harapan dan masa depan OAP ditentukan dari Ikhtiar lembaga ini.

Untuk diketahui Kabupaten Jayapura sebagai kabupaten pertama di Papua sekaligus sebagai Role model bagi kebangkitan masyarakat adat, terbukti dengan beberapa kampung di Jayapura ditetapkan sebagai Kampung adat oleh Pak Bupati Mathius Awoitauw. Semangat ini yang harus dijaga,tegasnya

ia juga berharap agar akomodir masyarakat adat, jangan sepelekan Karena langit dan bumi Tuhan hadirkan untuk pemimpin-pemimpin dalam hal ini pemimpin adat. Alam dan tanah ini tau siapa tuanya dan pemiliknya. Tutupnya, (Ar)*

Editor : Redaksi.

Share:
Komentar

Berita Terkini