-->

Aktivis Cinta Papua Dukung Otsus Jilid II

Editor: Manus.id author photo

MANUS.ID, Jakarta -- Puluhan pemuda dan Mahasiswa Papua yang tergabung dalam Aktivis Cinta Papua mendukung dilanjutkannya program otonomi khusus (Otsus) Papua Jilid II.

Beto Torabe, Salah satu Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) asal Papua, mengatakan, jika keberadaanya di kampus negeri di Jakarta itu adalah bantuan beasiswa dari program Otsus Papua.

ia mengaku sangat bersyukur, dengan program Otsus ini, akses pendidikannya muda dan dirasakan manfaatnya bagi generasi Papua. ujarnya

"Saya juga sekolah dapat beasiswa pendidikan dari pemerintah, jadi saya merasa bersyukur kepada pemerintah yang membantu saya secara pribadi untuk mengejar masa depan. Apalagi orang tua saya kurang mampu," lanjut Beto dalam konferensi persnya di bilangan Jakarta, Jumat (18/09)

Beto juga mengakui “sejauh ini, kualitas pendidikan di Papua masih sangat kurang, baik itu akses bantuan pendidikan, beragam bantuan study lainya,

“perlu ada perhatian serius dari pemerintah untuk menyikapinya sehingga Sumber Daya Manusia (SDM) Papua itu meningkat dan bisa bersaing dengan daerah lain," jelasnya.

Sementara Bio Werfete, inisiator Aktivis Cinta Papua, menilai bahwa pengembangan kualitas SDM Papua dengan program Utsus ini sangat penting.

"Lebih baik, kita membantu pembangunan SDM melalui program beasiswa dan bantuan-study lainya untuk generasi muda Papua,"

Bio merasa, langkah itu bisa ditempuh dengan memberikan akses bantuan biaya pendidikan bagi mereka dan untuk penjaringan beasiswa pelajar dan mahasiswa Papua harus dilanjutkan dan terus dilakukan salah satunya dengan jalur pendistribusian melalui dana otonomi khusus (Otsus) Papua ini. ujarya

Hanya saja "Proses rekruitmen beasiswa melalui jalur Utsus ini, harus dilakukan secara adil, merata dan sesuai ketentuan, bila perlu diatur dalam Perdasus maupun perdasi Papua," Tutupnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Jefri Papare, Pemuda asal Papua, Menurutnya, penjaringan beasiswa pendidikan bagi generasi Papua perlu dilakukan dengan baik.

Ia juga mengingatkan agar Pendidikan di Papua harus berbasis minat dan bakat, sebab untuk menghadapi situasi didunia kerja, kita harus memiliki skil dan bakat, dengan begitu teman-teman Papua bisa menjadi ahli di bidangnya masing-masing sehingga kita muda dan mampu bersaing di dunia kerja nantinya." tuturnya. (Ar)

Kontributor : Fahris
Editor : Redaksi


Share:
Komentar

Berita Terkini