-->

SANG KOMENDAN "The Leader Of Inspiration"

Editor: Manus.id author photo

 

23 Tahun yang lalu, sekitar Tahun 1997-an akhir, bersama beberapa teman-teman sebayahnya. memulai perjalanan, dimulai dari kampung dengan kapal perintis menuju  Kabupaten Sorong irian jaya sekarang kota Sorong. Perjalanan yang ditempuh kurang lebih seminggu lamanya.

Sebuah petualangan anak muda yang tak biasa pada zamannya, dalam usia genap 20 Tahun itu memberikan kesan, kenangan dan sejuta pengalaman berharga.

Dalam rentang waktu 1997-1998 ia menjadi pekerja serabutan di kota Sorong demi menghidupi kehidupan sehari-hari. Beragam profesi pun ia lakoni,

melamar pekerjaan di toko sembako pasar remu tapi ditolak, kondektur takzi, pengolah kayu besi di hutan dan Pekerja buruh  bangunan.

ada beberapa pekerjaan bangunan yang ikut menjadi pekerja-nya yang sampai hari ini masih berdiri kokoh adalah kantor Samsat, toko sumber abadi, dealer Suzuki dan kantor Buma grup sebelum direnovasi di kota sorong. Ada kenangan yang membekas dan menjadi pelajaran berharga yang tak ternilai harganya.

Pekerja keras, berani dan disiplin itulah mengantarkannya diterima di kepolisian Republik Indonesia tahun 1999- akhir masuk 2000 awal.

Kata orang-orang bijak " sumber utama pengetahuan dan kesuksesan adalah pengalaman. Ia pun percaya dan meyakini itu.

Lahir dan tumbuh di tengah-tengah keluarga sederhana dan serba kekurangan tak menyulutkan niatnya untuk berjuang dan mengubah nasibnya. Bukan hanya sebatas nasibnya tapi lebih dari itu,

Berbekal niat, usaha dan loyal terhadap profesinya, ia dipercayakan oleh pimpinannya untuk menduduki salah satu jabatan struktural di Internal kepolisian yakni sebagai Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Mamberamo Hulu,

Selama mengabdi, sebagai abdi Negara di kabupaten Mamberamo Raya Provinsi Papua. Banyak hal dan terobosan yang dilakukan. Bersama para tetua, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan para ondo (kepala suku) di pedalaman Papua.

Mereka berhasil menyulap kampung dabra menjadi kota kecil di pedalaman Papua. Suatu ikhtiar dan pengabdian nyata yang ditorehkan.

Sikap mengayomi, menghargai dan menghormati sesama itu, menjadikannya dikenal luas, bukan hanya disatu distrik tapi hampir Seantero masyarakat kabupaten Mamberamo Raya mengenalnya.

Rumahnya dikota, hampir tidak sepi pengunjung, masyarakat pada berdatangan. Dari pemuda gereja, para ondo (kepala suku) hingga masyarakat luas. Ada yang mampir sekedar bertemu, silaturahmi biasa hingga ada yang berharap dan meminta-nya agar ia bisa berbuat lebih besar lagi dalam mengabdikan dirinya untuk Kabupaten Mamberamo Raya.

Tentu harapan besar itu tidak lahir dengan sendirinya, tapi muncul bersamaan hampir 20 Tahun mengabdi bersama masyarakat Mamberamo Raya.

Dalam pengabdiannya itu ada dua hal yang selalu di ingat. Yakni yang Maha Kuasa dan pesan orang tua. Pesan orang tua yang membekas di memorinya hingga kini ialah "gabe renomo renimito mataf sombongna" (bila berada di posisi yang suda mapan jangan lupa & menyembongkan diri)


Harapan yang sama juga bukan hanya datang dari Mamberamo Raya saja tapi di tanah kelahirannya juga. Tentu kita semua juga berharap agar ia bisa berbuat lebih untuk tanah dodominya. Semacam sebuah pledoi "Hujan emas dinegri orang tidak sama hujan batu di negri sendiri. Semoga ikhtiaar kita dimudahkan oleh TUHAN. Merdeka.

Penulis : Abdul Rais Abbas
Editor  : Admin

Share:
Komentar

Berita Terkini