-->

PEMIMPIN PEMIKUL BEBAN

Editor: Manus.id author photo


Sebuah Refleksi Dalam Mempersiapkan Pemimpin
 Masa Kini & Masa Depan
(Pendiri & Ketua DPW Partai Gelora Provinsi Papua)

Langit Kita Masih Tinggi, Tetapi Kita Terbang Terlalu Rendah” (Anis Matta)
Partai Politik Adalah Produsen Pemikiran Dan Bukan Mesin Kekuasaan” (Fahri Hamzah)

Tantangan bagi Indonesia hari ini genap diusia 75 Tahun merupakan usia yang bukan lagi matang, karena telah melalui fase “Emas ’ perjalanan suatu Negara.

Kendati demikian, dalam menghadapi berbagai situasi hari ini Pemerintah selaku Pemangku mandat kerap mengambil langkah-langkah penyelamatan dalam situasi krisis tampak “Gagap” dan tidak jarang menuai kontra diksi dan bahkan kontoversi.

Tak ayal Masyarakat kerap bertanya “Dimana Pemerintah” karena “Negara” dianggap tidak hadir dalam menjawab persoalan yang tengah dihadapi Masyarakat.

Fenomena ini menjadi bagian sejarah kelam, dimana dalam berbagai peristiwa yang berkenaan dengan hajat hidup warga negara merasa terabaikan atas haknya yang jelas diatur dalam Konstitusi Negara.

Sekalipun fenomena hari ini merupakan rangkaian dari krisis global dan Indonesia bukan satu-satunya negara yang terkena dampak, tetapi lagi-lagi ini persoalan “Kepeminpinan”.

Pemimpin hadir untuk memberikan “Kepastian dalam Menjawab” apapun bentuk kebutuhan atas segelintir, sekelompok dan bahkan warga negara yang dipimpinya.

Oleh karenanya “Pemimpin Pemikul Beban” menjadi suatu kemutlakan yang harus disadari dan dimiliki oleh seorang pemimpin. Untuk mempersiapkan sosok Pemimpin tersebut paling tidak memiliki 5 (lima) Sifat Pemimpin Pemikul Beban : (1) Ilmu Pengetahuan, (2) Tanggung Jawab, (3) Keberanian, (4) Kedermawanan dan (5) Kesabaran.

Pengetahuan menjadi prioritas utama yang wajib dimiliki oleh seorang pemimpin, apa lagi pemimpin negara akan menjadi tolak ukur dan kredibilitas sekaligus identitas atas yang dipimpinnya. Pengetahuan menjadi suatu “Peristiwa Besar”, karena merupakan hasil dari pergulatan manusia dengan Ide-ide dan “Perubahan Besar” selalu dilakukan oleh sedikit orang.

Pergulatan “Ide dan Manusia” diarahkan pada “Collective Mind” sehingga mampu untuk melahirkan gagasan-gagasan yang menjadi sumbangsih dan arah dalam membangun peradaban bangsa. Hal ini bukan menjadi salah satu bagian dari sifat yang dimiliki berupa Ilmu Pengetahuan tetapi juga bagian dari Tanggung Jawab sebagai Pemimpin.

Dengan penguasaan Ilmu pengetahuan, Pemimpin juga dituntut penguasaan “Landskap Geografi” sehingga menguasai “Geopolitik” dan “Geoekonomi” sehingga terbangunnya Poros Perubahan dan Peristiwa Besar.

Tanggung Jawab Pemimpin mutlak memiliki Sense Of Responsibility, Sense Restlessness dan Burdenning Himself, sementara dalam sifat Keberanian yang dibangun dari sisi Kognitif yang mencakup keberanian eksplorasi dan dari sisi Sosial yang mencakup pembelaan.

Pemimpin yang memiliki sifat Kedermawanan baik sisi Psikologi yang dilatarbelakangi kasih sayang dan dari sisi Sosial Yakni faktor pemersatu. Sementara Kesabaran yang menjadi sifat Pemimpin mencakup Kesabaran Pengendalian, Kesabaran Memikul Beban dan Kesabaran Strategis.

Pemimpin yang memiliki kelima sifat tersebut diharapkan mampu mewarisi ide-ide para pendiri negara dan memberi arah bagi kemajuan Indonesia. Merdeka


Share:
Komentar

Berita Terkini